9 Tanda Tanda Taubat Kita Telah Diterima Oleh Allah SWT..

9 Tanda Tanda Taubat Kita Telah Diterima Oleh Allah SWT..

 

9 Tanda Tanda Taubat Kita Telah Diterima Oleh Allah SWT
Manusia tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Namun Islam adalah agama yang penuh pengampunan terhadap kesalahan dan khilaf yang dilakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk itulah adanya taubat yang diberikan sebagai bentuk kesempatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk umat manusia yang benar-benar menyadari kesalahan dan ingin memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih beriman dan bertakwa di jalan Allah. (Baca juga: Surah Al Quran Tentang Kesabaran)

Lalu bagaimana caranya kita mengetahui apakah taubat yang kita lakukan tersebut diterima atau tidak oleh Allah Ta’ala sedangkan mungkin dosa yang kita perbuat sangat besar dan terasa sangat sulit untuk diampuni?

Berikut akan dijelaskan mengenai Tanda Taubat Diterima Oleh Allah SWT :

Hati Lebih Tentram Dan Tenang

Di antara tanda-tanda taubat seseorang yang diterima oleh Allah Subhana Hua Ta’ala salah satunya adalah kondisi hati yang terasa lebih tentram dan tenang. Hal ini dikarenakan ia lebih banyak beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhana Hua Ta’ala sehinga hal tersebut sangat mempengaruhi keadaan jiwa seseorang. Seseorang yang selalu bermaksiat dan berlumur dosa, akan senantiasa merasa gelisah walaupun hidupnya bergelimang kenikmatan duniawi karena kenikmatan tersebut hanyalah fana yang tercipta dari bisikan-bisikan setan. (Baca juga: Hikmah Sedekah dalam Islam)

Lebih Suka Berkumpul Dengan Orang-Orang Sholeh / Sholehah

Kemudian tanda taubat seseorang diterima oleh Allah adalah mulai banyaknya teman-teman yang sholeh dan sholehah di sekitarnya, artinya ia sudah tidak lagi nyaman untuk berteman dengan teman – temannya yang dahulu saat ia melakukan banyak dosa dan maksiat.

Dengan jauhnya ia dari teman – teman yang banyak dosa dan maksiat, maka akan semakin jauh juga ia dari perbuatan terkutuk tersebut. Selain itu, dengan semakin sering dan semakin banyak ia berkumpul dengan orang – orang sholeh maka akan semakin dekat ia dengan Allah Subhana Hua Ta’ala karena sifat alami manusia salah satunya adalah mudah dipengaruhi oleh lingkungan atau teman – temannya. (Baca juga: Hukum Menyindir Orang Dalam Islam)

Allah Berfirman:

ٱلتَّٰٓئِبُونَ ٱلۡعَٰبِدُونَ ٱلۡحَٰمِدُونَ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ٱلۡأٓمِرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٢

Artinya: “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku´, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma´ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (QS at-Taubah : 112)

Lebih Menyibukkan Diri Dengan Kewajiban Dan Ibadah Terhadap Allah SWT

Ketika taubat seseorang diterima oleh Allah maka Allah akan terus menggerakkan hatinya untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Ia akan meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat karena sudah lebih nyaman dengan kegiatan ibadah yang bisa mendekatkan ia dengan Tuhannya. (Baca juga: Keutamaan Memberi Makan Orang Yang Berpuasa)

Lebih Banyak Bersyukur

Bersyukur adalah kunci utama dari kebahagiaan serta ketakwaan seseorang. Oleh karena itu semakin Allah menerima taubat yang dilakukan manusia maka akan semakin besar kesadaran diri akan kebesaran Allah dan akan semakin besar pula rasa syukur atas nikmat – nikmat yang senantiasa Allah berikan kepadanya.

Allah berfirman:

۞أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَهُمۡ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُواْ ثُمَّ أَحۡيَٰهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ ٢٤٣

Artinya: “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (Al-Baqarah : 243)

Akhlaknya lebih baik

Seseorang yang bertaubat pastinya bera berupaya untuk memperbaiki akhlaknya dan Allah akan senantiasa meringankan hati hamba-Nya yang bertakwa sehingga akhlaknya terus-menerus menjadi lebih baik di setiap waktunya. (Baca juga: Tips Menahan Emosi Saat Puasa , Dosa Wanita Yang Paling Dibenci Allah)

Allah berfirman :

إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُم بِخَالِصَةٖ ذِكۡرَى ٱلدَّارِ ٤٦

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. (QS. Sad : 46)

Senang Bersedekah

Sedekah adalah amal wajib yang terkadang sangat sulit dilakukan oleh manusia karena sifat alami manusia yang selalu merasa kurang dan sayang untuk membagikan hal – hal yang ia miliki kepada orang lain walaupun ia sendiri menyadari bahwa apa yang ia miliki bukanlah milik dirinya sendiri akan tetapi juga sebagiannya adalah miliki orang lain yang membutuhkan.

Allah berfirman:

إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّ‍َٔاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ٢٧١

Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271)

Menjaga Penampilan / Aurat

Bentuk taubat yang paling mudah terlihat secara kasat mata adalah dari penampilannya, baik dari hal aurat dan dari kesesuaian penampilan yang telah di atur oleh syariat Islam.

Untuk lebih memahami ketentuan penampilan seorang muslim, secara lengkap telah dibahas dalam artikel Cara Berpakaian Pria Menurut Islam.

Allah akan senantiasa membimbing hati hamba-Nya yang benar – benar ikhlas dalam bertaubat sehingga semakin istiqomah dalam menjaga penampilan dan auratnya maka semakin besar pula kemungkinan bahwa taubatnya telah diterima oleh Allah SWT Karena untuk istiqomah menjaga penampilan sebagai seorang muslim yang taat tidaklah mudah.

Allah Berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا ٥٩

Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab : 59)

Menjaga Sikap Dan Ucapannya

Sikap dan ucapan seseorang yang telah bertaubat tentu akan berbeda dengan seseorang yang belum menempuh taubat. Seseorang yang telah bertaubat akan senantiasa menjaga sikap dan ucapannya menjadi lebih santun dan lembut agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Berbeda dengan orang yang masih belum menempuh taubat, cara komunikasinya akan lebih kasar dan semaunya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Kemudian salah satu tanda diterimanya taubat seseorang adalah dengan Allah yang selalu membimbing ia agar senantiasa menjaga sikap dan ucapannya saat berkomunikasi dengan orang lain. (Baca juga: Hukum Pernikahan Beda Agama)

Masih Merasa Penuh Dosa Dan Terus Berupaya Memperbaiki Diri

Syarat utama untuk bertaubat adalah menyadari dan menyesali dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Kemudian setelah ia memperbaiki diri dan terus bertaubat ia tidak akan pernah merasa cukup akan ibadah yang telah ia lakukan seakan dosanya masih terus ada, entah itu adalah dosa yang telah lalu ataupun dosa yang baru dilakukan. Oleh karenanya ia akan terus berupaya meningkatkan keimanan diri untuk menebus dosa-dosa yang melekat dalam dirinya. (Baca juga: Prasangka Dalam Islam; Sifat Wanita yang Tidak Boleh Dinikahi)

Demikianlah pembahasan mengenai tanda-tanda taubat yang telah diterima Allah SWT. Pada dasarnya hanya Allah lah yang berhak menyatakan untuk menerima atau menolak dosa yang telah dilakukan oleh hamba-Nya. Kita sebagai manusia hanya bisa berupaya dan berdoa semoga amal dan taubat yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah karena Allah maha pemurah lagi maha melihat usaha yang telah kita upayakan

Sumber: islamsyurgaku92
Adakah Sah Solat Anda Jika Berimamkan Seorang Penghisap Rokok
Sembahyang berjemaah dilakukan dengan imam dan bermakmum. Hadis Rasulullah saw mengatakan bahawa sembahyang berjemaah memberi 27 darjat daripada sembahnyang bersendirian.

Imam adalah orang yang memimpin sembahyang. Mestilah beliau seorang lelaki Muslim yang cukup syarat seperti baligh, baik ilmu agamanya, baik bacaan Al-Quran dan baik akhlak serta faham akan adab menjadi imam.

Seorang Muslimah boleh menjadi imam sembahyang hanya kepada jemaah Muslimah sahaja. Seorang suami pula adalah sebaik-baik imam kepada ahli keluarganya.

Namun apakah hukum solat berjemaah itu jika imamnya mengamalkan sesuatu yang dilarang seperti merokok?

Portal rasmi Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan telah tampil untuk menjawab permasalahan ini. Umum kita tahu bahawa hukum rokok adalah haram. Ia telah diputuskan oleh Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Agama Islam Malaysia pada tahun 1995 bahawa tabiat merokok itu adalah haram mengikut pandangan Islam.

Oleh itu, mari baca apakah jawapan kepada persoalan ini. Apakah hukum berimamkan perokok?

Soalan:

Assalamualaikum wbt,

Apakah hukum berimamkan perokok?

Jawapan:
Waalaikumussalam wbt,

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah swt. Selawat dan salam kami ucapkan ke atas junjungan besar Nabi Muhammad saw, para isteri dan keluarga baginda, para sahabat, seterusnya golongan yang mengikuti jejak langkah baginda sehingga hari kiamat.

Kami nyatakan syarat-syarat sebagai seorang imam daripada kitab Fiqh al-Manhaji :
Makmum tidak mengetahui atau meyakini bahawa solat imamnya batal. Contohnya, dua orang berijtihad tentang arah kiblat, dan setiap orang meyakini arah kiblat yang berlainan. Oleh itu tidak harus seseorang daripada mereka menjadi imam kepada yang lain. Ini kerana setiap orang daripada mereka yakin arah rakannya salah dan solatnya ke arah tersebut tidak sah.
Imam bukan seorang ummi (buta huruf) sedangkan makmumnya seorang qari (fasih bacaannya). Yang dimaksudkan dengan ummi ialah seorang yang tidak teliti bacaan fatihahnya sehingga mencacatkan bacaannya seperti tercicir huruf, syaddah dan sebagainya. Walau bagaimanapun jika kedua-duanya sama sahaja bolehlah setiap orang menjadi imam kepada yang lainnya.

iii. Imam bukan seorang perempuan sedangkan makmumnya seorang lelaki. Seorang lelaki tidak boleh berimamkan seorang perempuan. Namun jika kedua-duanya perempuan bolehlah setiap orang menjadi imam kepada yang lain. Hal ini berdasarkan kepada hadith, Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَؤُمَّنَّ امْرَأَةٌ رَجُلاً

Maksudnya: “Perempuan jangan menjadi imam kepada seorang lelaki.”

Riwayat Ibn Majah (1134)

Para ulama juga menyusun beberapa sifat-sifat yang digalakkan ada pada imam. Ini berdasarkan daripada Ibn Mas’ud RA, bahawa Rasulullah SAW bersabda:

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ فَإِنْ كَانُوا فِى السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِى الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِناً

Maksudnya: “Yang menjadi imam bagi sesuatu kumpulan ialah orang yang lebih pandai membaca al-Quran. Sekiranya mereka setara dalam bacaan, maka yang lebih alim dalam hadith, jika dalam hadith mereka pun sama maka yang lebih dahulu berhijrah, dan jika dalam hijrah juga mereka masih sama maka yang lebih tua usianya di kalangan mereka.”

Riwayat Muslim (613)

Justeru, sifat yang sangat digalakkan bagi seseorang imam antaranya ialah yang lebih alim, lebih fasih, lebih soleh dan lebih tua di kalangan mereka. Apabila sifat-sifat ini terdapat kepada seseorang imam, maka bersolatlah di belakangnya adalah lebih afdhal dan pahalanya lebih diharapkan.

Manakala antara imam yang dimakruhkan untuk diikuti ialah ahli bidaah dan orang yang fasiq (mereka yang dikenali kerap berbuat maksiat). Namun jika bertembung antara mana yang lebih adhal; solat bersendirian atau berjemaah dengan ahli bidaah atau orang fasiq, maka di sini ada perbezaan pendapat. Imam Ibn Hajar al-Haitami menyatakan lebih baik bersolat sendirian, manakala Imam al-Ramli pula berkata bersolat Jemaah bersama mereka adalah lebih afdhal. Rujuk al-Taqrirat al-Sadidah Qism Ibadat (ms. 308).

Kami cenderung kepada pendapat bahawa hukum merokok adalah haram, menurut Muzakarah Jawatankuasa Fatwa majlis Kebangsaan Hal Ehwal Agama Islam Malaysia bagi kali ke-37 pada 23 Mac 1995 telah memutuskan tabiat merokok itu adalah haram mengikut pandangan Islam. Justeru tidak sepatutnya seorang imam solat berjemaah itu adalah seorang perokok sekalipun hukum solat mengikutnya adalah sah. Tetapi kami lebih cenderung untuk menyatakan bahawa janganlah ditinggalkan solat berjemaah di satu-satu tempat hanya kerana imamnya seorang perokok. Sebaiknya bersama-sama membantu mengubah tabiat buruk ini dengan nasihat dan doa sebagai saudara seislam. Wallahua’lam.

Bagaimana hendak berhenti merokok?

Kami nukilkan daripada Laman Web Bahagian Pendidikan Kesihatan Kementerian Kesihatan Malaysia panduan dan kaedah untuk mengatasi ketagihan merokok:

Pelajari kaedah-kaedah yang betul. Banyak kaedah untuk berhenti merokok. Faktor yang paling penting adalah keinginan anda untuk menjadikannya satu kenyataan.

Tetapkan tarikh untuk berhenti
Yakin diri
Buatkan nota peringatan
Katakan pada diri anda “saya bukan perokok”
Sentiasa berfikiran positif
Dapatkan sokongan
Gunakan terapi penganti nikotin

Amalkan 12M untuk berhenti merokok

Teknik berhenti merokok
Tip Berhenti Merokok 12 M :
Melengah-lengahkan. Tunggu 5 minit atau katakan nanti sebentar
Menarik nafas panjang. Tarikh nafas 3 kali secara perlahan-lahan
Minum air. Terutama air masak. Elakkan minuman berkafein
Menyibukkan diri. Buat sesuatu bagi mengalih fikiran dan untuk melupakan rokok
Menjauhkan diri. Daripada orang yang merokok
Mengelakkan diri. Daripada suasana atau situasi yang mendorong kepada merokok
Mengunyah sesuatu. Seperti gam dan buah-buahan. Elakkan yang manis
Membasuh tangan selalu. Mandi dengan kerap
Meregangkan otot. Lakukan senaman regangan apabila rasa mengantuk
Meditasi
Memohon doa
Berdoa agar dikuatkan azam dan tingkatkan usaha

Sumber:  SIAKAP KELI